Kononnya, ketika zaman khalifah Umar Al-Khatab, telah terjadi satu kisah yang sangat ganjil Pasukan jihad muslimin yang berada di bawah kepimpinan Saad bin Abi Waqqas , di kala sedang memerangi negeri Parsi, telah mengalami satu kejadian aneh. Pasukan peninjau terdiri sekitar 300 personel di bawah pimpinan Nadhlah bin Muawiyah Al-Ansari telah pergi ke Hulwan dan melakukan misi. Setelah selesai , dalam perjalanan balik mereka singgah di kaki sebuah gunung.
Nadhlah melaungkan azan dan ketika azan dilaungkan, ada suara yang menyambutnya. Nadhalah yang keheranan meminta suara itu menunjukkan diri. Lalu muncullah seornag lelaki tua berjanggut dan berambut putih. Dia memperkenalkan diri dengan nama Zuraib bin Barthamla. Katanya, dia adalah wasi Nabi Allah Isa bin Maryam.
Allah berikan dia umur yang panjang berkat doa nabi Isa. Dia akan hidup smapai turunnya nabi Isa di akhir zaman. Dia telah dengar tentang Nabi Muhammad SAW dan ingin berjumla dan beriman dengannya. Tetapi dia terhalang oleh orang-orang Majusi yang tinggal diparsi.
Kepada Nadhlah diminta sampaikan salamnya kepada Umar Al-Khattab sambil menasihati tanda-tanda akhir zaman. Nadhlah menceritakan pertemuan itu kepada Saad dan Saad menulis surat kepada Umar Al-Khattab. Khalifah Umar punta minta supaya dibawakan Zuraib bin Barthamla kepadanya. Oleh Saad, dibawakan ibuan tenteranya ke pergunungan itu mencari Zuraib bin Barthamla. Selama 40 hari mereka mencari di seluruh gunung itu sambil memanggil nama Zuraib, tetapi Zuraib tidak juga muncul. Mereka pulang dengan kecewa.
Cerita itu diriwayatkan dalam beberapa sumber termasuk oleh Al-Hakim yang menghukumkan kesahihannya. Ibn Taimiyyah mengkritik pendekatan Al-Hakim yang mudah mensahehkannya sedangkan ramai tokoh hadis melihatnya sebagai cerita dusta.
Sumber-sumber lain ang menyebutkan cerita Zuraib bin Barthamla adalah seperti berikut:
1) Sumber hadis/dalā'il
- Abu Nu'aym al-Isfahani — Dalā'il al-Nubuwwah, no. 54
- Al-Bayhaqi — Dalā'il al-Nubuwwah, 5/425–427
- Al-Khatib al-Baghdadi — Tarikh Baghdad, 10/255
2) Sumber sejarah/sirah
- Al-Tabari — Tarikh al-Rusul wa al-Muluk
- Al-Bawardi — Ma'rifat al-Sahabah — sebagaimana dinukil Ibn Hajar
- Ibn A'tham al-Kufi — al-Futuh
3) Sumber biografi yang mengumpulkan jalur
- Ibn Hajar — al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah
4) Sumber tasawuf
- Ibn 'Arabi — al-Futuhat al-Makkiyyah
Sumber yang menolaknya
- Ibn al-Jawzi — al-Mawdu'at
- Ibn Taymiyyah — Qa'idah Jalilah fi al-Tawassul wa al-Wasilah — mengkritik tashih al-Hakim terhadap riwayat Zuraib
Kisah bertemu Hawari Isa ini juga diceritakan oleh kalangan Sufi mengenai karamah Sahal At-Tustari. Kononnya Sahal At-Tustari telah bertemu dengan seorang Hawari Isa di negeri kaum 'Ad. Berlaku dailog antaranya dengan sahabat Isa itu. Dalam cerita itu, sahabat Isa itu memberitahu Sahal At-Tustari bahawa dia memakai jubahnya itu sudah 700 tahun. Lalu. Sahal At-Tustari merasa takjub kerana tahan begitu lama. Oleh Sahabat Isa itu dikatakan:
"Wahai Sahal, tubuh badan tidak menyebabkan pakaian menjadi buruk. Yang menyebabkan pakaian menjadi buruk ialah bau dosa dan makanan yang haram."
Kisah ini diriwayatkan oleh As-Sya'rani dalam tabaqat al-Kubra.
Abdullah Al-Ghumari ketika menceritakan kisah Sahl At-Tustari ini mengaitkan dengan kisah Ziraib bin Barthamla. Kedua-dua kisah ini mengandungi pendustaan yang diada-adakan. Pesamaannya adalah menjadikan Hawari nabi Isa sebagai subjek cerita.
No comments:
Post a Comment